Senin, 20 Januari 2014

Transaksi Enron yang Dipertanyakan

Transaksi Enron yang Dipertanyakan

Enron Corporation adalah sebuah perusahaan energi Amerika yang berbasis di Houston, Texas, Amerika Serikat. Sebelum bangkrutnya pada akhir 2001, Enron mempekerjakan sekitar 21.000 orang pegawai dan merupakan salah satu perusahaan terkemuka di dunia dalam bidang listrik, gas alam, bubur kertas dan kertas, dan komunikasi. Enron mengaku penghasilannya pada tahun 2000 berjumah $101 miliar.

Transaksi Chewco

Enron mengadakan proyek yang dinamakan Chewco, Chewco tidak bisa menarik investor luar sehingga Enron mensiasati dengan cara memutar dana yang ada di perusahaan dan anak perusahaan. Enron tidak mengeluarkan modal, sekalipun mengeluarkan modal tetapi kurang dari 3 persen, dan itu tidak sesuai dengan pengaturan keuangan yang seharusnya 3 persen. Chewco pada bulan November 1997 dibuatkan struktur modal baru oleh Enron dan Kopper, tetapi pda proyek ini pula Enron tidak juga mendapatkan investor luar. Enron tetap kembali kepada sistem awal yaitu memutar dana yang ada di perusahaan. Tahun 2001 kasus Enron mulai terbongkar di depan umum dan Dewan Direksi memulai penyelidikan sehingga membawa pada pengajuan kebangkrutan.
Kemitraan LJM dan Raptor: LJM1
Enron menerima usulan Fastow untuk menjadi pengelola tunggal dalam LJM1 yang bertujuan untuk mengumpulkan dana dari investor luar agar dapat digunakan untuk melindungi kemungkinan hilangnya nilai pasar investasi Enron di Rhythms NetConnections, Inc. LJM1 menandatangani tiga transaksi dengan Enron (1) Upaya lindung nilai posisi Enron dalam Rhythms (2) Pembelian sebagian kepemilikan Enron dalam proyek pembangkit listrik Brasil, dan (3) Pembelian sertifikat dari suatu SPE. LJM1 tidak mendapatkan investor dari luar. Investasi Enron di Rhythms dari nilai $10 juta dalam 2 tahun meningkat menjadi $300 juta. Dan Enron mencatat dalam laporan L/R. Dan pengakuan Enron terhadap kenaikan nilai sahamnya sendiri merupakan pengakuan yang biasanya tidak diizinkan oleh GAAP.


Kemitraan LJM dan Raptor: LJM2

Pada bulan Oktober 1999, Fastow mengusul kemitraan LJM kedua, yaitu LJM2 Co-Investment LP (LJM2), yang akan berfungsi sebagai mitra umum melalui perantara untuk mendorong investasi luar hingga $200 juta yang dapat digunakan untuk membeli berbagai asset yang disindikasi oleh Enron. Cara ini, kata Fastow, akan memberikan Enron dana yang dibutuhkan untuk tumbuh dengan cepat dan dengan biaya yang sedikit dibandingkan dengan cara lain. Pada LJM2, masalah yang timbul apakah LJM2 memenuhi syarat untuk nonkonsolidasi. Serangkaian transaksi dilakukan untuk menciptakan keuntungan pada laporan L/R Enron yang didasarkan pada asumsi bahwa LJM2 tidak akan dikonsolidasi berdasarkan aturan 3 persen.
LJM2 dan Raptor
Raptor tampak seperti akan berhasil, pada bulan Oktober 2000, Fastow melaporkan kepada investor LJM2 bahwa Raptor mendapatkan pengembalian sebesar 193, 278, 2.500, dan 125 persen, di mana jauh melebihi 30 persen imbalan tahunan yang dijelaskan kepada Finance Committee di bulan Mei 2000, dan seperti Enron mempertahankan risiko ekonomi. Meskipun pengaturan tidak transparan digunakan kembali, kekurangan yang ditemukan di pengaturan LJM1 akhirnya menjadi jelas dalam pengaturan LJM2, mencakup:
• Enron melindungi nilai diri sendiri sehingga tidak ada lindung nilai ekonomi eksternal yang diciptakan.
• Harga saham Enron yang jatuh akhirnya mengikis ekuitas dasar dan kelaikan kredit yang ada, serta Enron harus terlebih dahulu menerbitkan lebih banyak saham treasuri atau opsi saham untuk membeli mereka dengan harg khusus atau menggunakannya dalam pengaturan “costless collar”, semuanya lebih bersifat dilutive terhadap laba per saham Enron.
• Keuntungan yang tidak semestinya dicatat pada saham treasuri yang digunakan atau dilindungi oleh lindung nilai yang tidak ada.
• Para pejabat Enron dan pembantunya mengambil manfaat bagi diri mereka sendiri.
Bulan Agustus 2001 penurunan nilai saham Enron yang mengakibatkan penurunan kredit Raptor, mengharuskan adanya pengiriman saham Enron yang begitu banyak sehingga membuat dilusi laba per saham Enron disadari menjadi terlalu besar untuk dipertahankan.
Transaksi anatara Enron dan LJM2 yang memberikan dampak terbesar pada laporan keuangan Enron melibatkan empat SPE yang dikenal sebagai “Raptor”. Memperluas konsep yang mendasari transaksi Rhythms, Enron berusaha menggunakan nilai “tertanam” dari ekuitasnya untuk mengatasi penurunan nilai tertentu investasi pedagangnya.

Soal Pertanyaan

Jawaban harus didasarkan pada kasus yang disajikan, dan bagian-bagian yang relevan dari Bab2.
1. Pada segmen / bagian manakah usaha Enron mendapatkan kesulitan?
Hampir setiap semua segmen operasi mereka tidak benar. Pertama, mereka berlatih praktik yang tidak etis dan tidak jujur yang menjadi korban pekerja, konsumen, pembayar pajak dan pemegang saham. Enron menciptakan kemitraan dalam organisasi mereka sendiri yang menyebabkan mereka menciptakan hokum tiv keuangan baru, yang disebut SPE (entitas bertujuan khusus) yang digunakan untuk memalsukan akuntansi.
Enron pertama kali mendapat kesulitan ketika Michael Kopper ditunjuk untuk mengelola Chewco, meskipun ia adalah seorang karyawan Enron yang bekerja untuk Andrew Fastow. Kesulitan yang muncul ketika struktur modal baru untuk Chewco diciptakan termasuk investasi lebih dari $11 juta pada ekuitas yang tidak berasal dari investor luar, tapi berasal dari Donson yang merupakan rekan/partner pinjaman Barclays Bank untuk Kopper/Dodson.
2. Bagaimana keuntungan dibuat dalam segmen operasi ( apakah model bisnis yang dipakai) ?
Hal ini terjadi berawal dari besarnya jumlah hutang Enron yang cukup tinggi sampai 75% dari nilai pasar sahamnya, karyawan Enron ditekan untuk membuat ramalan arus kas masa hokum yang sangat tinggi dan tingkat diskonto yang rendah pada hokum mereka, sehingga membuat perusahaan Enron melaporkan nilai hokum dan laba yang tinggi kepada para investor. Hal ini dilakukan untuk mengelabui investor supaya selalu menanamkan modalnya di saham perusahaan Enron. Dengan demikian, harga saham Enron akan naik dan nilai pasarnya meningkat sehingga dapat menutupi nilai hutangnya.
3. Apakah para direktur Enron memahami bagaimana keuntungan dihasilkan disegmen ini ? Mengapa atau mengapa tidak ?
Iya, Karena para direktur membiarkan kegitan-kegitan bisnis tertentu mengandung unsur konflik kepentingan dan mengijinkan terjadinya transaksi-transaksi berdasarkan informasi yang hanya bisa di akses oleh Pihak dalam perusahaan (insider trading), termasuk praktek akuntansi dan bisnis tidak sehat sebelum hal tersebut terungkap kepada hokum .
4. Para direktur Enron menyadari bahwa kebijakan konflik kepentingan Enron akan dilanggar oleh manajemen SPE yang diusulkan Fastow dan kesepakatan operasi karena mereka mengusulkan langkah-langkah pengawasan hokum tive. Apakah yang salah dengan pilihan mereka?
Mereka membiarkan hal itu terjadi dengan tidak memikirkan masalah yang akan terjadi yang akan menimpa perusahaan enron selain itu mereka juga tidak mematuhi kode etik perusahaan
5. Ken Lay duduk sebagai ketua Dewan dan CEO selama waktu itu. Bagaimana hal ini mungkin memberikan kontribusi pada kurangnya tata kelola yang benar?
Dengan 2 rangkap jabatan yang ditangani, Ken Lay kemungkinan tidak dapat mengelola tugasnya dari masing-masing jabatan yang ia kelola langsung secara bersamaan
6. Aspek manakah dari system tata kelola Enron yang gagal untuk bekerja dengan baik? Jelaskan?
Manajemen Enron yang tidak terkendali. Hal ini merupakan kesalahan para direktur sendiri, mereka gagal untuk memahami peran mereka yang mencakup tantangan dan siklus kepatuhan, serta mempercayai terlalu banyak ketika mendapat bendera merah tanda peringatan bahwa pertanyaan-pertanyaan harus di tekan dan memberi kepercayaanjabatan kepada Fastow yang terbukti melakukan kecurangan dan membiarkan Ken Lay memiliki 2 jabatan sekaligus
7. Mengapa tidak lebih banyak whistle-blower yang berani bersuara, dan mengapa tidak ada yang membuat perbedaan yang signifikan?
Karena kasus enron melibatkan semua pihak internal dan mereka juga dijanjikan keuntungan yang besar dari transaksi-transaksi tersebut
Bagaimana cara mendorong whistle blower (agar lebih berani bersuara)?
Memberikan pengarahan serta bukti-bukti bahwa transaksi yang dijalankan enron hanya fiktif dan hanya menguntugkan enron
8. Apa yang harus dilakukan oleh auditor internal untuk membantu direktur?
Auditor internal bertindak sebagai fidusia professional yang menjaga kepentingan pemegang saham dan Dewan Direksi.

9. Identifikasikan konflik kepentingan dalam:
• Berbagai Kegiatan SPE
Enron menggunakan SPE untuk mendanai akuisisi cadangan gas dari produsen,sebagai gantinya investor di SPE memperoleh pendapatan dari penjualan cadangan ini.Enron mengungkapkan pada Oktober 2011 bahwa mereka telah melanggar standar yaitu syarat yang pertama terkait SPE dimana setidaknya 3% dari total kewajiban dan ekuitas harus dimiliki oleh investor ekuitas independen. Dengan mengabaikan aturan ini, Enron dapat menghindari laporan konsolidasi dengan SPE. Hasilnya neraca Enron mencatat lebih rendah (understated) jumlah kewajibannya dan mencatat lebih (overstated) ekuitas dan labanya.
• Berbagai Kegiatan Arthur Andersen
Arthur Andersen, merupakan kantor akuntan hokum tidak hanya melakukan manipulasi laporan keuangan, Andersen juga telah melakukan tindakan yang tidak etis, dalam kasus Enron adalah dengan menghancurkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan kasus Enron. Arthur Andersen memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enron mulai mencuat ke permukaan, sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen, tetapi kasus ini dianggap melanggar hokum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. Disini Andersen telah ingkar dari sikap profesionallisme sebagai akuntan independen dengan melakukan tindakan menerbitkan laporan audit yang salah dan meyesatkan.
• Berbagai Kegiatan Eksekutif
1. Board of Director (dewan direktur, direktur eksekutif dan direktur non eksekutif) membiarkan kegitan-kegitan bisnis tertentu mengandung unsur konflik kepentingan dan mengijinkan terjadinya transaksi-transaksi berdasarkan informasi yang hanya bisa di akses oleh Pihak dalam perusahaan (insider trading), termasuk praktek akuntansi dan bisnis tidak sehat sebelum hal tersebut terungkap kepada hokum .
2. Salah seorang eksekutif Enron di laporkan telah mempertanyakan praktek akunting perusahaan yang dinilai tidak sehat dan mengungkapkan kekhawatiran berkaitan dengan hal tersebut kepada CEO dan partner KAP Andersen pada pertengahan 2001. CEO Enron menugaskan penasehat hokum perusahaan untuk melakukan investigasi atas kekhawatiran tersebut tetapi tidak memperkenankan penasehat hokum untuk mempertanyakan pertimbangan yang melatarbelakangi akuntansi yang dipersoalkan. Hasil investigasi oleh penasehat hokum tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada hal-hal yang serius yang perlu diperhatikan.

10. Berapa banyak waktu yang seharusnya dihabiskan oleh seorang direktur Enron untuk
urusan Enron setiap bulannya? Berapa banyak dewan direksi perusahaan besar yang
seharusnya dilayani oleh seorang direktur?

Direktur Enron sebagai bagian dari perusahaan menghabiskan ±160 jam kerja tiap bulannya untuk memenuhi urusan perusahaan.
Satu dewan direksi yang dilayani oleh seorang direktur dalam suatu perusahaan besar. Karena umumnya satu perusahaan hanya mempunyai satu dewan direksi, yang terdiri dari sedikitnya satu orang presiden direktur/direktur utama dan satu direktur.

11. Bagaimanakah anda akan menggolongkan budaya perusahaan Enron? Bagaimana budaya itu berkontribusi terhadap bencana yang terjadi?

Hal ini buah dari sebuah ketidakjujuran, kebohongan atau dari praktik bisnis yang tidak etis yang berakibat hutang dan sebuah kehancuran yang menyisakan penderitaan bagi banyak pihak disamping proses peradilan dan tuntutan hukum.

ETIKA BISNIS DAN PROFESI
(Transaksi Enron yang Dipertanyakan)












Kelas 4EB07
Nama Kelompok:
Cucu Cunayah 21210633
Ekaputri Desiani 22210300
Erma Dwi Septiana 22210406
Farah Fadhilah 22210607
Fitri Fidyani H. 22210829
Hanif Narli G. 23210119
Herlina Agustine R. 23210262
UNIVERSITAS GUNADARMA
2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar