LAUNDRY TIME
Liz hates/s/doing the laundry. Sherealizes/iz/that four weeks/s/have passed since her last trip to the Laundromat. There are There are piles/s/of clothes/s/in the closets/s/, the sheets/s/and towels/s/are dirty, she’s/z/been wearing the same pair of blue jeans/s/for nine days/s/, and she doesn’t/z/have any clean socks/s/ or blouses/iz/left. She thinks/s/about it while she watches/iz/one of her favourite TV shows/z/. She wishes/iz/she didn’t have to do such chores/s/. Then she opens/s/a book, turns/s/the pages/z/, and tries/s/to study. The phone rings/s/: one of Liz’s/iz/now or never. She can’t go to the party unless she washes/iz/ one of her new dresses/iz/. She stuffs/s/all her clothes/s/into two laundry bags/s/. She strips/s/the bed and pulls/z/the pillowchases/iz/off the pillows/z/. She goes/z/through the apartment, picking up everything in sight. Finally, she grabs/z/some coat hangers/s/, two boxes/izof detergent, and her keys/iz/, and closes/izthe door behind her. She hopes/s/ she won’t be too late. She arrives/s/at the Laundromat, carries/z/in all her belongings/s/, and searches/iz/for some empty machines/s/. But they’re all either in use or out of order. She sighs/s/, picks/s/up everything, and drives/z/to the local video store to rent a couple of movies/z/.
HOWARD”S MORNING
The clock radio played/t/ soft music, but it sounded/id/ far away to Howard. At last, he opened/d/ his eyes, rolled/id/ over, and looked/t/ at the clock. Heturned/d/ away and started/id/ to go back to sleep when suddenly he realized/t/ that it was already eight o’clock. He was late. He jumped/d/ out of bed, quickly shaved/t/, brushed/d/ his teeth, combed/id/ his hair, and got dressed/d/. He’d wanted/id/ to take a shower, but decided/id/ that there wasn’t enough time. He rushed/d/ down the stairs and into the kitchen. He hated/id/ being late. Hurriedly, he fixed/d/ breakfast-coffee and a toasted/id/ English muffin (no time for his usual fried/d/ egg)-and raced/d/ out the door. He started/id/ his car and had just pulled/d/ out the driveway when the thought popped/id/ into his mind: it was Saturday; he didn’t have to go to work after all. He slowly returned/d/, climbed/t/ the stairs, changed/t/ his clothes, and went back to bed again.
Conversation
A : Do you bring pencil?
B : Yes I bring.
A : I borrow for a moment. Mine is brought by my sister
B : ya, just use it
A : How much did you buy it?
B : Two thousand
A : oh, not so expansive. Can you buy two for me ?
B : Yes, this afternoon i will buy it for you
A : Here is the money. Thank you
B : You are welcome
Selasa, 02 Juli 2013
Kamis, 11 Oktober 2012
Istilah Ekonomi MAKRO
1. Arbitrase : spekulasi tanpa resiko.
2. Asset (harta atau aktiva) : milik berupa barang berwujud serta hak tax berwujud yang mempunyai nilai ekonomi.
3. Anggaran berimbang : suatu anggaran yg disusun sedemikian rupa sehingga total belanja sama dengan total penerimaan.
4. Anggaran pemerintah : laporan anggaran pemerintah yg mengemukakan rencana belanja dan penerimannya selama suatu periode tertentu.
5. Anggaran actual : jumlah anggaran yang dicatat pada tahun tertentu.
6. Anggaran structural : terjadi pada saat perekonomian beroperasi pada output potensial.
7. Anggaran siklikal : yang mengukur efek dari siklus bisnis terhadap anggaran
8. Bank komersial : sebuah lembaga perantara keuangan yg fungsi utamanya adalah menerima simpanan giro
9. Barang komplementer : dua barang yang saling melengkapi
10. Bunga majemuk : bunga yg dihitung juga dari bunga lalu.
11. Biaya rata – rata : jumlah biaya dibagi dengan kuantitas barang yg dihasilkan
12. Biaya tetap rata – rata : biaya tetap dibagi oleh oleh jumlah unit yg diproduksi.
13. Biaya variabel rata – rata : jumlah biaya variabel dibagi dengan kuantitas produk yg dihasilkan
14. Biaya marjinal : tambahan dalam jumlah biaya yg diperlukan untuk menghasilkan 1 tambahan unit output.
15. Biaya minimum : biaya per unit terendah yg mungkin dicapai
16. Debit : istilah akuntansi untuk menjelaskan pertambahan dalam aktiva atau pengurangan dalam pasiva.
17. Deficit anggaran belanja : belanja pemerintah untuk barang, jasa, dan pembayaran transfer yg melebihi penerimannya dari pajak dan dan sumber pendapatan
18. Demografi : studi mengenai perilaku populasi
19. Depresiasi : penyusutan aktiva : penurunan nilai suatu aktiva
20. Depresi : periode berkepanjangan dimana tingkat pengangguran sangat tinggi, tingkat output dan investasi yg rendah , penurunan harga dan kegagalan usaha secara luas.
21. Devaluasi : penurunan nilai resmi mata uang suatu Negara disbanding mata uang lainnya atau disbanding emas
22. Diskonto pendapatan masa depan : proses konversi pendapatan masa depan kenilai sekrang yg ekuivalen
23. Diskriminasi : prbedaan pendapatan yg diakibatkan oleh sifat pribadi yg tidak berhubungan dengan pekerjaan.
24. Disekuilibrium : keadaan perekonomian yang sedang tidak berada pada keadaan
25. Disinflasi : proses penurunan tingkat inflasi yang tinggi
26. Distribusi : pendisribusian jumlah output pada perorangan atau factor – factor produsi
27. Efisiensi : penggunaan sumber daya ekonomi yg menghasilkan tingkat kepuasan maksimum yg muingkin pada input tertentu.
28. Elastisitas : menggambarkan reaksi suatu variabel terhadap perubahan variabel.
29. Ekuilibrium : keadaan dimana kesatuan ekonomi berada pada keadaan seimbang , atau kekuatan – kekuatan yg mempengaruhi kesatuan itu sedang seimbang.
30. Ekonometrika : cabang ekonomi yg menggunakan metode statistic untuk mengukur dan mengestimisasi hubungan ekonoi kuantitatif
31. Eksternalitas disekonomis : tindakan perusahaan yg menimbulkan beban pada pihak lain yg tidak dikompensasi.
32. Eksternalitas ekonomis : situasi dimana produksi dan konsumsi yg dilakukan seseorang memberikan kegunaan positif
33. Eksternalitas : aktivitas yg menimbulkan pengaruh buruk atau baik kepada pihak lain, tanpa pihak lain itu dibayar atau membayar untuk aktivitas tersebut.
34. Factor produksi : input yg bersifat produktif seperti mesin , peralatan , tenaga kerja, dan tanah.
35. Fungsi produksi : fungsi matematis yg menyatakan berapa jumlah output maksimum yg dapat dicapai dengan suatu unit input dan teknologi tertentu.
36. Form utility : benda akan berguna apabila adanya perubahan bentuk.
37. Free trade (perdagangan bebas) : kebijaksanaan yg mengatur bahwa pemerintah tidak mencampuri perdagangan antar Negara.
38. Government debt ( utang pemerintah) : total kewajiban pemerintah dalam bentuk obligasi dan pinjaman jangka pendek.
39. Hiperinflasi : tingkat inflasi yg sangat parah (1jt, 1000, bahkan 1 milyar persen pertahun)
40. Hukum besi dari upah : teori ekonomi marxisme menyatakan bahwa ada suatu kecenderungan yg tax terlelakan dalam system kapitalisme untuk menekan upah kebawah sampai tingkat yg hanya cukup untuk sekedar hidup saja
41. Integrasi vertical : penggabungan dua atau lebih tahapan proses dalam satu perusahaan
42. Integrasi horizontal : penggabungan beberapa unit yg bekerja pada suatu tahapan yg sama dalam satu perusahaan
43. Inovasi : istilah yg dikaitkan dengan joseph Schumpeter yg mengartikan sebagai : membawa produk yg sm sekali baru atau berbeda kepasar
44. Ilmu makroekonomi : membahas tentang perilaku perekonomian secara keseluruhan , termasuk hasil produksi , pendapatan , harga dan penggangguran.
45. Ilmu ekonomi deskriptif : ilmu yg memaparkan gambaran fakta – fakta ttg kehidupan ekonomi
46. Ilmu ekonomi terapan : ilmu ekonomi yg membahas penerapan teori ekonomi dalam kehidupan nyata
47. Ilmu ekonomi teori : ilmu ekonomi yg membahas gejala – gejala yg timbal akibat dari perbuatan manusia
48. Inflasi dorongan permintaan : kelebihan permintaan efektif atas barang dan jasa.
49. Inflasi dorongan biaya : kenaikan biaya produksi.
50. Imported inflation : inflasi yg timbul karena adanya inflasi diluar negeri yg mengakibatkan naiknya hrga barang didalam negeri.
Sumber :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/250-isilah-ekonomi-makro/
2. Asset (harta atau aktiva) : milik berupa barang berwujud serta hak tax berwujud yang mempunyai nilai ekonomi.
3. Anggaran berimbang : suatu anggaran yg disusun sedemikian rupa sehingga total belanja sama dengan total penerimaan.
4. Anggaran pemerintah : laporan anggaran pemerintah yg mengemukakan rencana belanja dan penerimannya selama suatu periode tertentu.
5. Anggaran actual : jumlah anggaran yang dicatat pada tahun tertentu.
6. Anggaran structural : terjadi pada saat perekonomian beroperasi pada output potensial.
7. Anggaran siklikal : yang mengukur efek dari siklus bisnis terhadap anggaran
8. Bank komersial : sebuah lembaga perantara keuangan yg fungsi utamanya adalah menerima simpanan giro
9. Barang komplementer : dua barang yang saling melengkapi
10. Bunga majemuk : bunga yg dihitung juga dari bunga lalu.
11. Biaya rata – rata : jumlah biaya dibagi dengan kuantitas barang yg dihasilkan
12. Biaya tetap rata – rata : biaya tetap dibagi oleh oleh jumlah unit yg diproduksi.
13. Biaya variabel rata – rata : jumlah biaya variabel dibagi dengan kuantitas produk yg dihasilkan
14. Biaya marjinal : tambahan dalam jumlah biaya yg diperlukan untuk menghasilkan 1 tambahan unit output.
15. Biaya minimum : biaya per unit terendah yg mungkin dicapai
16. Debit : istilah akuntansi untuk menjelaskan pertambahan dalam aktiva atau pengurangan dalam pasiva.
17. Deficit anggaran belanja : belanja pemerintah untuk barang, jasa, dan pembayaran transfer yg melebihi penerimannya dari pajak dan dan sumber pendapatan
18. Demografi : studi mengenai perilaku populasi
19. Depresiasi : penyusutan aktiva : penurunan nilai suatu aktiva
20. Depresi : periode berkepanjangan dimana tingkat pengangguran sangat tinggi, tingkat output dan investasi yg rendah , penurunan harga dan kegagalan usaha secara luas.
21. Devaluasi : penurunan nilai resmi mata uang suatu Negara disbanding mata uang lainnya atau disbanding emas
22. Diskonto pendapatan masa depan : proses konversi pendapatan masa depan kenilai sekrang yg ekuivalen
23. Diskriminasi : prbedaan pendapatan yg diakibatkan oleh sifat pribadi yg tidak berhubungan dengan pekerjaan.
24. Disekuilibrium : keadaan perekonomian yang sedang tidak berada pada keadaan
25. Disinflasi : proses penurunan tingkat inflasi yang tinggi
26. Distribusi : pendisribusian jumlah output pada perorangan atau factor – factor produsi
27. Efisiensi : penggunaan sumber daya ekonomi yg menghasilkan tingkat kepuasan maksimum yg muingkin pada input tertentu.
28. Elastisitas : menggambarkan reaksi suatu variabel terhadap perubahan variabel.
29. Ekuilibrium : keadaan dimana kesatuan ekonomi berada pada keadaan seimbang , atau kekuatan – kekuatan yg mempengaruhi kesatuan itu sedang seimbang.
30. Ekonometrika : cabang ekonomi yg menggunakan metode statistic untuk mengukur dan mengestimisasi hubungan ekonoi kuantitatif
31. Eksternalitas disekonomis : tindakan perusahaan yg menimbulkan beban pada pihak lain yg tidak dikompensasi.
32. Eksternalitas ekonomis : situasi dimana produksi dan konsumsi yg dilakukan seseorang memberikan kegunaan positif
33. Eksternalitas : aktivitas yg menimbulkan pengaruh buruk atau baik kepada pihak lain, tanpa pihak lain itu dibayar atau membayar untuk aktivitas tersebut.
34. Factor produksi : input yg bersifat produktif seperti mesin , peralatan , tenaga kerja, dan tanah.
35. Fungsi produksi : fungsi matematis yg menyatakan berapa jumlah output maksimum yg dapat dicapai dengan suatu unit input dan teknologi tertentu.
36. Form utility : benda akan berguna apabila adanya perubahan bentuk.
37. Free trade (perdagangan bebas) : kebijaksanaan yg mengatur bahwa pemerintah tidak mencampuri perdagangan antar Negara.
38. Government debt ( utang pemerintah) : total kewajiban pemerintah dalam bentuk obligasi dan pinjaman jangka pendek.
39. Hiperinflasi : tingkat inflasi yg sangat parah (1jt, 1000, bahkan 1 milyar persen pertahun)
40. Hukum besi dari upah : teori ekonomi marxisme menyatakan bahwa ada suatu kecenderungan yg tax terlelakan dalam system kapitalisme untuk menekan upah kebawah sampai tingkat yg hanya cukup untuk sekedar hidup saja
41. Integrasi vertical : penggabungan dua atau lebih tahapan proses dalam satu perusahaan
42. Integrasi horizontal : penggabungan beberapa unit yg bekerja pada suatu tahapan yg sama dalam satu perusahaan
43. Inovasi : istilah yg dikaitkan dengan joseph Schumpeter yg mengartikan sebagai : membawa produk yg sm sekali baru atau berbeda kepasar
44. Ilmu makroekonomi : membahas tentang perilaku perekonomian secara keseluruhan , termasuk hasil produksi , pendapatan , harga dan penggangguran.
45. Ilmu ekonomi deskriptif : ilmu yg memaparkan gambaran fakta – fakta ttg kehidupan ekonomi
46. Ilmu ekonomi terapan : ilmu ekonomi yg membahas penerapan teori ekonomi dalam kehidupan nyata
47. Ilmu ekonomi teori : ilmu ekonomi yg membahas gejala – gejala yg timbal akibat dari perbuatan manusia
48. Inflasi dorongan permintaan : kelebihan permintaan efektif atas barang dan jasa.
49. Inflasi dorongan biaya : kenaikan biaya produksi.
50. Imported inflation : inflasi yg timbul karena adanya inflasi diluar negeri yg mengakibatkan naiknya hrga barang didalam negeri.
Sumber :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/250-isilah-ekonomi-makro/
Kalimat Argumentasi Dan Penalaran
JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus yang menyeret penyidik Komisi Pemerantasan Korupsi, Komisaris Novel Baswedan, diyakini akan menganggu kasus-kasus korupsi yang tengah ditangani KPK. Untuk itu, perkara yang dituduhkan kepada Novel harus segera diselesaikan.
"Mengganggu. Siapa bilang enggak menganggu?" kata juru bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (6/10/2012), ketika ditanya apakah perkara Novel akan mengganggu penanganan kasus korupsi di KPK.
Johan mengatakan, KPK tidak mau energi dihabiskan untuk hal-hal tidak substansif. Dia berharap agar pimpinan KPK dan Polri segera kembali bertemu. Pertemuan itu juga harus didasarkan atas niat baik untuk benar-benar menyelesaikan konflik.
Setelah pertemuan dan dicapai kesepakatan, kata Johan, seluruh petinggi KPK dan Polri harus patuh pada perintah pimpinan masing-masing. Jangan ada lagi pernyataan dari jajaran KPK dan Polri yang bisa memperuncing masalah. "Yang paling berbahagia kalau polisi dan KPK berpolemik adalah koruptor. Koruptor itu bisa pakai seragam, pakai safari, dan lainnya," kata Johan.
Johan mengatakan, KPK tetap menghormati proses hukum yang dilakukan Polri terhadap Novel. Secara institusi, KPK tengah menyiapkan tim pengacara dari Biro Hukum KPK untuk mendampingi Novel. KPK yakin ada upaya kriminalisasi terhadap Novel.
Saat ini KPK sedang banyak menangani kasus besar, seperti proyek Hambalang, bail out Bank Century, proyek wisma atlet SEA Games, dan proyek simulator SIM di Korlantas Polri yang melibatkan Novel sebagai penyidik. Terkait Hambalang, penyidik KPK menyebut akan menetapkan tersangka baru.
• Kalimat Penalaran : Kalimat yang bercetak Bold karena terdapat faktanya yaitu pada kalimat
Kasus yang menyeret penyidik Komisi Pemerantasan Korupsi, Komisaris Novel Baswedan, diyakini akan menganggu kasus-kasus korupsi yang tengah ditangani KPK.” Dan pada kalimat “Saat ini KPK sedang banyak menangani kasus besar, seperti proyek Hambalang, bail out Bank Century, proyek wisma atlet SEA Games, dan proyek simulator SIM di Korlantas.
• Kalimat Argumen : Kalimat yang bergaris miring karena dapat mempengaruhi orang lain.
Yang belum ada kejelasan kebenarannya.
Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2012/10/06/19260352/KPK.Tak.Dapat.Berantas.Korupsi.Sendiri
"Mengganggu. Siapa bilang enggak menganggu?" kata juru bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (6/10/2012), ketika ditanya apakah perkara Novel akan mengganggu penanganan kasus korupsi di KPK.
Johan mengatakan, KPK tidak mau energi dihabiskan untuk hal-hal tidak substansif. Dia berharap agar pimpinan KPK dan Polri segera kembali bertemu. Pertemuan itu juga harus didasarkan atas niat baik untuk benar-benar menyelesaikan konflik.
Setelah pertemuan dan dicapai kesepakatan, kata Johan, seluruh petinggi KPK dan Polri harus patuh pada perintah pimpinan masing-masing. Jangan ada lagi pernyataan dari jajaran KPK dan Polri yang bisa memperuncing masalah. "Yang paling berbahagia kalau polisi dan KPK berpolemik adalah koruptor. Koruptor itu bisa pakai seragam, pakai safari, dan lainnya," kata Johan.
Johan mengatakan, KPK tetap menghormati proses hukum yang dilakukan Polri terhadap Novel. Secara institusi, KPK tengah menyiapkan tim pengacara dari Biro Hukum KPK untuk mendampingi Novel. KPK yakin ada upaya kriminalisasi terhadap Novel.
Saat ini KPK sedang banyak menangani kasus besar, seperti proyek Hambalang, bail out Bank Century, proyek wisma atlet SEA Games, dan proyek simulator SIM di Korlantas Polri yang melibatkan Novel sebagai penyidik. Terkait Hambalang, penyidik KPK menyebut akan menetapkan tersangka baru.
• Kalimat Penalaran : Kalimat yang bercetak Bold karena terdapat faktanya yaitu pada kalimat
Kasus yang menyeret penyidik Komisi Pemerantasan Korupsi, Komisaris Novel Baswedan, diyakini akan menganggu kasus-kasus korupsi yang tengah ditangani KPK.” Dan pada kalimat “Saat ini KPK sedang banyak menangani kasus besar, seperti proyek Hambalang, bail out Bank Century, proyek wisma atlet SEA Games, dan proyek simulator SIM di Korlantas.
• Kalimat Argumen : Kalimat yang bergaris miring karena dapat mempengaruhi orang lain.
Yang belum ada kejelasan kebenarannya.
Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2012/10/06/19260352/KPK.Tak.Dapat.Berantas.Korupsi.Sendiri
Senin, 02 Juli 2012
Hargai Aku
Seringkali kau merendahkanku
Melihat dengan sebelah matamu
Aku bukan siapa-siapa
Slalu saja kau anggapku lemah
Merasa hebat dengan yang kau punya kau sombongkan itu semua
Coba kau lihat dirimu dahulu
sebelum kau nilai kurangnya diriku
apa salahnya hargai diriku
sebelum kau nilai siapa diriku
By : Armada
Melihat dengan sebelah matamu
Aku bukan siapa-siapa
Slalu saja kau anggapku lemah
Merasa hebat dengan yang kau punya kau sombongkan itu semua
Coba kau lihat dirimu dahulu
sebelum kau nilai kurangnya diriku
apa salahnya hargai diriku
sebelum kau nilai siapa diriku
By : Armada
WINGKO BABAT
Bahan:
250 gr Santan kelapa kental
200gr Gula pasir
¼ sdt Vanili bubuk
½ sdt Garam
250 gr Tepung ketan
400 gr Kelapa parut kasar
6 pcs Nangka
2 sdm Minyak Goreng
Cara Memasak :
Aduk santan kentral hangat dengan gula pasir, vanili bubuk, garam hingga larut lalu dinginkan
Campur tepung ketan dan kelapa parut aduk sampai tercampur rata.
Masukan larutan santan sedikit demi sedikit kedalam campuran tepung ketan sambbil diaduk hingga rata, tambahkan nangka, aduk hingga tersebar rata.
Panaskan wadah yang diolesi tipis dengan minyak, tuangkan adonan 2 sendok makan, bentuk bulat, biarkan hingga bagian bawah berwarna kecoklatan, balik dan biarkan hingga matang.
250 gr Santan kelapa kental
200gr Gula pasir
¼ sdt Vanili bubuk
½ sdt Garam
250 gr Tepung ketan
400 gr Kelapa parut kasar
6 pcs Nangka
2 sdm Minyak Goreng
Cara Memasak :
Aduk santan kentral hangat dengan gula pasir, vanili bubuk, garam hingga larut lalu dinginkan
Campur tepung ketan dan kelapa parut aduk sampai tercampur rata.
Masukan larutan santan sedikit demi sedikit kedalam campuran tepung ketan sambbil diaduk hingga rata, tambahkan nangka, aduk hingga tersebar rata.
Panaskan wadah yang diolesi tipis dengan minyak, tuangkan adonan 2 sendok makan, bentuk bulat, biarkan hingga bagian bawah berwarna kecoklatan, balik dan biarkan hingga matang.
PANCAKE KRIM
Bahan :
3 pcs Telur
150 gr Tepung Terigu
50 gr Gula Pasir
75 ml Susu Cair Tawar
½ sdt Vanili Bubuk
1 sdt Double Acting
75 gr Butter Cair
Cara Memasak
Campurkan semua bahan menjadi satu, kocok hingga tercampur rata, diamkan 15 menit.
Panaskan wadah tuangkan 3 sdm adonan, tuangkan di setiap sudut wadah, panggang dengan menggunakan api sedang sampai matang.
Sajikan dengan aneka macam sauce / madu / maple syrup, sesuai selera dan dapat juga di sajikan dengan menggunakan ice cream.
3 pcs Telur
150 gr Tepung Terigu
50 gr Gula Pasir
75 ml Susu Cair Tawar
½ sdt Vanili Bubuk
1 sdt Double Acting
75 gr Butter Cair
Cara Memasak
Campurkan semua bahan menjadi satu, kocok hingga tercampur rata, diamkan 15 menit.
Panaskan wadah tuangkan 3 sdm adonan, tuangkan di setiap sudut wadah, panggang dengan menggunakan api sedang sampai matang.
Sajikan dengan aneka macam sauce / madu / maple syrup, sesuai selera dan dapat juga di sajikan dengan menggunakan ice cream.
PALU, KACA DAN BAJA
Apa makna dari pepatah kuno Rusia ini? Jika mental/pikiran kita rapuh seperti kaca, maka ketika palu masalah menghantam kita, maka dengan mudah putus asa, frustasi, kecewa,marah dan jadi remuk redam.
Jika kita adalah kaca, maka kita juga rentan terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, Kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita.
Jangan pernah jadi kaca, tapi jadilah baja. Mental baja adalah mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur dan menerima disaat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya.
Mengapa demikian?
Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik.
Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah lebih dulu diproses dan dibentuk dengan palu. Setiap pukulan memang menyakitkan, namun mental baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya.
Jika hari ini kita sedang ditindas oleh masalahb hidup, jangan pernah
Merespons dengan sikap yang keliru
Jika kita adalah “baja” kita akan selalu melihat palu yang
Menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita
Sebaliknya jika kita “kaca” maka kita akan selalu melihat palu
Sebagai musuh yang akan menghancurkan kita.
Jika kita adalah kaca, maka kita juga rentan terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, Kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita.
Jangan pernah jadi kaca, tapi jadilah baja. Mental baja adalah mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur dan menerima disaat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya.
Mengapa demikian?
Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik.
Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah lebih dulu diproses dan dibentuk dengan palu. Setiap pukulan memang menyakitkan, namun mental baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya.
Jika hari ini kita sedang ditindas oleh masalahb hidup, jangan pernah
Merespons dengan sikap yang keliru
Jika kita adalah “baja” kita akan selalu melihat palu yang
Menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita
Sebaliknya jika kita “kaca” maka kita akan selalu melihat palu
Sebagai musuh yang akan menghancurkan kita.
Langganan:
Postingan (Atom)



















